Pengunduran diri Chief Executive Officer (CEO) Hewlett Packard Co membuat harga saham perusahaan produsen komputer ini melorot tajam. Padahal, indeks Dow Jones kemarin malam ditutup dengan kenaikan sebesar 0,4 persen.
Pada penutupan pukul 16.00 waktu New York, harga saham HP melorot tajam hingga 3,70 dollar AS atau 8 persen menjadi 42,60 dollar AS. Ini merupakan penurunan paling besar sejak Agustus 2004 silam. Dengan demikian, harga saham HP sudah turun hingga 17 persen sepanjang tahun ini.
Sekitar tujuh analis yang disurvei Bloomberg menurunkan prediksinya untuk harga saham HP ke depan. Menurut Chris Whitmore, analis Deutsche Bank AG, investor kemungkinan akan meminta harga saham yang lebih murah karena cemas pengganti Hurds tidak akan bisa menyamai kinerjanya. Whitmore menurunkan target harga saham dalam 12 bulan menjadi 45 dollar AS dari target sebelumnya 52 dollar AS.
Sekadar informasi, pengganti Hurd saat ini harus bisa menandingi kepiawaiannya saat memimpin HP. Selama lima tahun menjabat, Hurd melakukan berbagai ekspansi ke daerah baru. Di bawah kepemimpinannya, HP yang berbasis di California berhasil mengalahkan Dell Inc di pasar komputer personal dan melakukan beragam akuisisi senilai 20 miliar dollar AS lebih
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Agustus 2010
Google Genjot Akuisisi
Ketika pengembangan bisnis secara alami gagal mendongkrak pertumbuhan sebuah perusahaan, aksi akuisisi menjadi pilihan tercepat. Itulah yang dilakukan Google Inc demi menjaga pertumbuhan usahanya.
Chief Executive Officer Google Eric Schmidt berencana menggenjot aksi akuisisinya dua kali lipat di tahun ini. Sebab, beberapa rencana pengembangan bisnis Google tak berhasil.
Dia mengistilahkan Google tengah berada dalam mode investasi jangka panjang. "Kesempatan ada di sana, dan kami mampu membiayai banyak akuisisi," katanya.
Setahun terakhir ini, Google nyaris tiap dua minggu sekali membeli perusahaan. Padahal, awalnya Schmidt hanya memperkirakan, tingkat akuisisi ini sebanyak satu kali saban bulan.
Pekan lalu, Google membeli Slide Inc, pembuat games di situs jejaring sosial. Sepanjang tahun ini, Google sudah melakukan 18 kali aksi akuisisi perusahaan lain.
Gagal menyaingi Facebook
Saat ini Google menguasai dua pertiga pasar mesin pencari di Amerika Serikat, sedangkan 90 persen lebih pendapatannya berasal dari bisnis periklanan tradisional.
Schmidt ingin Google mencari ladang pemasukan yang lain. Masalahnya, aneka proyek internal untuk meraih pemasukan berjalan kurang mulus. Contohnya, proyek pembuatan situs berjuluk Wave Collaboration. Proyek ini gagal mendatangkan pengunjung situs dalam jumlah besar.
Belum lagi bisnis Google di jejaring sosial. Mereka gagal total menyaingi Facebook. Situs jejaring sosial milik Google, Orkut, hanya memiliki 54,6 juta pengguna. Sedangkan pemilik akun Facebook lebih dari 10 kali lipatnya.
Namun, Google harus waspada karena rentetan aksi akuisisinya mengundang gugatan hukum seputar persaingan usaha yang sehat. Toh, Google jalan terus. Schmidt bilang, Google memenangkan kasus pembelian perusahaan Man mobile, Admob Inc. "Kami melakukan semua ini buat end user," imbuhnya.
Andy Miedler, Analis Edward Jones, menyambut baik langkah akuisisi Google itu. Dia menyatakan, pemakaian uang untuk membeli perusahaan lain jauh lebih baik daripada membiarkan uang tetap di neraca. Hingga akhir semester I-2010, Google memiliki lebih dari 30 miliar dollar AS duit kontan dan surat berharga.
Apalagi, Miedler melihat Google membawa perbaikan pada perusahaan yang dibelinya. Sementara ini, pendorong pertumbuhan Google masih berasal dari bisnis mesin pencari mereka. "Kita lihat saja kinerja mereka pada kuartal mendatang
Chief Executive Officer Google Eric Schmidt berencana menggenjot aksi akuisisinya dua kali lipat di tahun ini. Sebab, beberapa rencana pengembangan bisnis Google tak berhasil.
Dia mengistilahkan Google tengah berada dalam mode investasi jangka panjang. "Kesempatan ada di sana, dan kami mampu membiayai banyak akuisisi," katanya.
Setahun terakhir ini, Google nyaris tiap dua minggu sekali membeli perusahaan. Padahal, awalnya Schmidt hanya memperkirakan, tingkat akuisisi ini sebanyak satu kali saban bulan.
Pekan lalu, Google membeli Slide Inc, pembuat games di situs jejaring sosial. Sepanjang tahun ini, Google sudah melakukan 18 kali aksi akuisisi perusahaan lain.
Gagal menyaingi Facebook
Saat ini Google menguasai dua pertiga pasar mesin pencari di Amerika Serikat, sedangkan 90 persen lebih pendapatannya berasal dari bisnis periklanan tradisional.
Schmidt ingin Google mencari ladang pemasukan yang lain. Masalahnya, aneka proyek internal untuk meraih pemasukan berjalan kurang mulus. Contohnya, proyek pembuatan situs berjuluk Wave Collaboration. Proyek ini gagal mendatangkan pengunjung situs dalam jumlah besar.
Belum lagi bisnis Google di jejaring sosial. Mereka gagal total menyaingi Facebook. Situs jejaring sosial milik Google, Orkut, hanya memiliki 54,6 juta pengguna. Sedangkan pemilik akun Facebook lebih dari 10 kali lipatnya.
Namun, Google harus waspada karena rentetan aksi akuisisinya mengundang gugatan hukum seputar persaingan usaha yang sehat. Toh, Google jalan terus. Schmidt bilang, Google memenangkan kasus pembelian perusahaan Man mobile, Admob Inc. "Kami melakukan semua ini buat end user," imbuhnya.
Andy Miedler, Analis Edward Jones, menyambut baik langkah akuisisi Google itu. Dia menyatakan, pemakaian uang untuk membeli perusahaan lain jauh lebih baik daripada membiarkan uang tetap di neraca. Hingga akhir semester I-2010, Google memiliki lebih dari 30 miliar dollar AS duit kontan dan surat berharga.
Apalagi, Miedler melihat Google membawa perbaikan pada perusahaan yang dibelinya. Sementara ini, pendorong pertumbuhan Google masih berasal dari bisnis mesin pencari mereka. "Kita lihat saja kinerja mereka pada kuartal mendatang
Langganan:
Postingan (Atom)

