Selasa, 17 Agustus 2010

Google Genjot Akuisisi

19.45 by Afdy Anthony ·
Label:
Ketika pengembangan bisnis secara alami gagal mendongkrak pertumbuhan sebuah perusahaan, aksi akuisisi menjadi pilihan tercepat. Itulah yang dilakukan Google Inc demi menjaga pertumbuhan usahanya.
Chief Executive Officer Google Eric Schmidt berencana menggenjot aksi akuisisinya dua kali lipat di tahun ini. Sebab, beberapa rencana pengembangan bisnis Google tak berhasil.

Dia mengistilahkan Google tengah berada dalam mode investasi jangka panjang. "Kesempatan ada di sana, dan kami mampu membiayai banyak akuisisi," katanya.
Setahun terakhir ini, Google nyaris tiap dua minggu sekali membeli perusahaan. Padahal, awalnya Schmidt hanya memperkirakan, tingkat akuisisi ini sebanyak satu kali saban bulan.

Pekan lalu, Google membeli Slide Inc, pembuat games di situs jejaring sosial. Sepanjang tahun ini, Google sudah melakukan 18 kali aksi akuisisi perusahaan lain.
Gagal menyaingi Facebook
Saat ini Google menguasai dua pertiga pasar mesin pencari di Amerika Serikat, sedangkan 90 persen lebih pendapatannya berasal dari bisnis periklanan tradisional.
Schmidt ingin Google mencari ladang pemasukan yang lain. Masalahnya, aneka proyek internal untuk meraih pemasukan berjalan kurang mulus. Contohnya, proyek pembuatan situs berjuluk Wave Collaboration. Proyek ini gagal mendatangkan pengunjung situs dalam jumlah besar.

Belum lagi bisnis Google di jejaring sosial. Mereka gagal total menyaingi Facebook. Situs jejaring sosial milik Google, Orkut, hanya memiliki 54,6 juta pengguna. Sedangkan pemilik akun Facebook lebih dari 10 kali lipatnya.
Namun, Google harus waspada karena rentetan aksi akuisisinya mengundang gugatan hukum seputar persaingan usaha yang sehat. Toh, Google jalan terus. Schmidt bilang, Google memenangkan kasus pembelian perusahaan Man mobile, Admob Inc. "Kami melakukan semua ini buat end user," imbuhnya.
Andy Miedler, Analis Edward Jones, menyambut baik langkah akuisisi Google itu. Dia menyatakan, pemakaian uang untuk membeli perusahaan lain jauh lebih baik daripada membiarkan uang tetap di neraca. Hingga akhir semester I-2010, Google memiliki lebih dari 30 miliar dollar AS duit kontan dan surat berharga.
Apalagi, Miedler melihat Google membawa perbaikan pada perusahaan yang dibelinya. Sementara ini, pendorong pertumbuhan Google masih berasal dari bisnis mesin pencari mereka. "Kita lihat saja kinerja mereka pada kuartal mendatang

0 komentar:

Posting Komentar